my very weird brain..
sesuatu karena keegoisanku

Jul
26

akhirnya….aku isi blog juga…hehehe

dan akhirnya, tinggal menempuh wisuda juga… \(^^)/

aku sampe sekarang masih nggak nyangka…aku udah sampe di tahap ini. tahap yang aku dapat setelah ngerjain skripsi sampe berbulan-bulan lamanya (sampe 1 tahun 10 bulan), bolak-balik ketemu dosen pembimbing, ngeprint terus-terusan, bolak-balik isi tinta, revisi skripsi, menahan iri waktu ada temen yang pendadaran duluan dan berharap nanti waktuku juga akan tiba…sampe akhirnya aku dibolehin pendadaran rasanya tinggal selangkah lagi.

ternyata enggak juga…waktu pendadaran, rasanya udah campur baur gak karuan. berdoa terus-terusan, sugesti diri sendiri kalau semua bakal baik-baik aja, belajar ngomong (secara suka gagap kalo grogi), bikin presentasi ditulis, minta doa ke temen-temen, ikutan senewen waktu ibu aku senewen, berkali-kali ambil nafas panjang, sampe malem sebelum pendadaran hal yang paling aku ingat adalah, waktu ibuku mengelus-elus kepala aku setelah tahajud.hal yang sudah lama bgt gak aku rasain setelah aku gede.

hari pendadaran, berasa dibantai sama dosen-dosen senior, hampir kecil ati, asal jawab, sampe rasanya pengen nangis waktu keluar nunggu nilai…dan waktu udah dikasih tahu nilainya, PLONG! berasa udah legaaaaa bgt kaya bis nahan peep.hihihihi….

yeah, kukira udah selesai masalahnya….ternyata ngurusin revisi dan daftar yudisium n wisuda itu gak segampang temen-temen aku yang lainnya. aku masih inget gimana SEBEL nya aku waktu 3 lembar bebas pustaka dan selembar bukti pembayaran ilang gak tau kemana.sampe sekarang aja aku masih penasaran, kenapa mereka bisa “musnah” itu..apa ada orang yang segitunya iseng? atau apa? ah udahlah…akhirnya aku bisa juga daftar..

dan sekarang, adalah waktu yang aku tunggu-tunggu…waktu yang waktu ngerjain skripsi aku pengenin bgt..leyeh-leyeh, nonton film, baca komik, bikin ini-itu, jalan-jalan…

awalnya sangat menyenangkan, tapi akhirnya….aku jadi gak betah..apalagi sekarang di rumah terus ( asisten di rumah pulang dan gak kembali lagi). Ternyata lama-lama bosen juga. aku nggak tahu bakal kaya gimana nih..tapi sepertinya aku pengen usaha kecil-kecilan aja..

oya, bakal punya blog baru lagi..tapi isinya tentang craft…hehehehe

Feb
21

apa alasan menikah, hanya untuk melegalkan kegiatan sex? untuk mendapatkan seorang keturunan? untuk menepis label “perjaka atau perawan tua”?

http://alluranarawiel.wordpress.com/2009/01/20/the-engagement/

dulu, kupikir alasan orang-orang untuk menikah adalah karena cinta. Tapi semakin aku gede, semakin banyak yang aku lihat, yang aku baca, dan yang aku dengar, kupikir cinta itu hanya beberapa persen dari seluruh bagian alasan itu. Cinta hanya sebagai landasan saja, bukan untuk kekuatan

Entah aku terlalu pesimis atau aku terlalu bodoh, sebenarnya kita sudah termakan dengan label-label masyarakat. Omongan-omongan “gak laku” terasa sangat pedas buat didengar. Apalagi kira-kira umur 23 ke atas (buat cewek) dan 27 (buat cowok) adalah waktu yang dianggap tepat untuk menikah. Lebih dari itu, siap-siap buat mengelus dada kalau keluarga besar mulai berkoar-koar.

Bagaimana dengan mempunyai anak? Anak memang menyenangkan. Anak adalah seorang manusia yang dititipkan Tuhan. Dan di dunia ini, anak sudah menjadi seperti barang permainan. Tak jarang banyak berita di media yang menyebutkan banyaknya penyiksaan terhadap anak. Padahal di lain pihak, banyak juga pasangan yang ingin sekali mendapatkan anak. Mereka ingin ada suara canda tawa dan tangis pilu seorang anak di antara mereka. Tapi ada juga pasangan yang tidak ingin punya anak. Mereka sengaja mengkonsumsi obat-obatan anti hamil agar tak terjadi pembuahan. Alasan mereka simpel, tidak bisa mengurusnya. Bukan karena apa-apa, tapi lebih karena tak ingin menyakiti titipan Tuhan itu. Mereka tak ingin karena ketidak mampuan dan ketidak siapan mereka, mereka jadi berdosa. Fenomena itu sering terdapat di kota besar, contohnya Jakarta. Sayangnya, masyarakat tidak bisa menilai niat mulia mereka. Bagi mereka pasangan yang tidak mempunyai anak itu, pasti salah satunya “mandul”. Dan “mandul” bukan lagi sebuah kata yang harusnya dimaklumi, tapi terdengar sebagai sebuah “dosa”. Sebagai hukumannya, adalah dipergunjingkan. Belum lagi kalau salah satu dari pasangan tersebut merasa “menyesal” menikahi pasangannya. Mereka tidak kuat mental untuk mendengar suara-suara yang menyebalkan itu. Baginya seorang anak menjadi sebuah harga diri. Kenapa alasan untuk mempunyai anak itu menjadi sebuah momok yang menakutkan?

Lalu apa alasan yang tepat untuk menikah sebenarnya kalau semua yang dituju dalam pernikahan justru menjadi sebuah ketakutan-ketakutan? Tuhan, semoga kita melaluinya dengan lancar :)

ps: Ah, tiba-tiba terbesit satu pikiran. Bagaimana kalau menikah karena…. ingin hidup tenang di hari tua? Terdengar romantis kan? hihihihi…

Feb
04

tau poffertjes?

makanan dari belanda yang bahan-bahannya hampir mirip sama pancake..tapi dibuat bulet-bulet trus ditaburi gula halus..Kuenya lembut en manis..

Nah kemaren penasaran banget pengen bikin poffertjes..kebetulan waktu buka-buka lemari barang di dapur, nemu cetakannya..Wah langsung deh gatel tangannya pengen nyoba-nyoba.

Dan sodara-sodara….terpujilah orang-orang yang diberkahi tangan lihai dan gemulai sehingga menghasilkan bentuk poffertjes yang cantik…like this:

http://putalesulfato.wordpress.com/2009/07/page/4/

atau yang ini…

http://dapoerngeboel.blogspot.com/2009/01/poffertjes.html

cantik-cantik yah?buletnya juga sempurna…wah aku bener-bener iri abis! liat deh sama buatanku…dan bandingkan.. :(

wahahahhaha :D sumpah malu total….butuh banyak belajar dan berdoa..hihihi..

nb: itu yang disebelah bukan apem yak..melainkan sebuah pancake mini (emang sih dicetak pake cetakan apem :p)

Jan
23

semenjak buka kedai, aku jadi belajar buat bertingkah laku sesuai kaidah bersopan santun yang benar saat membeli seseuatu. Entah itu makanan atau pun barang-barang. Mulai dari warung pinggiran jalan sampe supermarket yang ada di mall..

Tentu aja pelayanan yang diberikan ke kita gak selalu sama. Biasanya pelayanan yang diberikan di tempat-tempat eksklusif lebih bagus daripada warung klontong. Tapi belum tentu lebih ramah. Semua tergantung senyum dari “yang melayani” kita. Bisa juga seorang waitress di restoran Korea paling terkenal kalah sopan dengan ibu-ibu penjual gorengan di pinggir jalan raya. Waitress itu kalah hanya karena dia tidak mengucapkan terimakasih (walaupun masih senyum dan membukakan pintu saat kita pulang).

Slogan “pembeli adalah raja” itu sangat mutlak. Kalau kita sebagai penjual jualan barangnya asal-asalan, yang ada pembeli gak berakhir sebagai pelanggan, tapi justru pergi meninggalkan berita buruk di mana-mana. Ambruklah usaha kita. Walaupun pembeli adalah raja dan ratu, bukan berarti kita jadi seenak udel buat berlagak sok artis.

Seperti yang aku omongin tadi, ada beberapa tingkah laku yang harus dijaga saat kita berhadapan dengan penjual. Mereka juga manusia, dan tidak semudah itu bagi mereka untuk mengembangkan sebuah usaha. Bagaimana mereka memperjuangkannya, merawat, dan berusaha untuk terus menghidupkan usahanya adalah suatu usaha yang, oh ayolah, sangat susah.  Apalagi kalau mulai dari kecil. Usaha mereka patut dihargai.

1. Waktu datang, usahakan untuk tersenyum lebar saat melihat penjualnya. Sekalipun penjualnya cuek bebek dan pasang muka layaknya penyihir (dan kita berhasrat sangat buat nampar dia pake sendal jepit), kuatkan hati untuk menyapa dia dengan senyuman. Walaupun begitu, ada juga penjual yang dengan senang hati (atau terpaksa) senyum dan menyapa kita dengan ramah. Nah, kalau untuk satu ini, paling nggak kita gak perlu nguat-nguatin ati buat senyum deh. apalagi kalo penjualnya punya tampang asoy, ikhlas lahir batin buat pasang senyum paling ca’em.hehhe.

http://www.nouvellesimages.com/img_Smile_Stephane-DE-BOURGIES_ref~ESC226_mode~zoom.jpg

2. kata “permisi” atau “maaf” bisa digunakan untuk memanggil pelayan dan bertanya tentang menu , harga atau dimana WC berada.. Inget, walaupun dia berkewajiban buat melayani kita, bukan berarti kita bisa injek-injek dia seenak jidat. Manusia yang punya harga diri adalah manusia yang bisa menghormati harga diri manusia lain.

3. Kalau kita lagi ada di posisi beli makan atau minum. Sebisa mungkin habiskan makanan atau minuman kita. Mereka sudah meluangkan waktu dan berusaha untuk memberikan kita yang terbaik, dan kita patut menghargainya.  Kalau kita udah kelewat gak muat lagi di perut, memang mau gak mau harus dihentikan suapan itu. Oke untuk yang satu ini, sisakan hanya seperempat saja. Tapi minumannya harus dihabiskan looooh….

4. Gimana kalau barang atau makanan/minuman yang kita terima udah gak layak? atau masih layak tapi gak tega buat dikonsumsi. Kaya beli frozen yoghurt tapi buahnya yang buat topping udah bau, atau beli es teh manis tapi gelasnya bau sabun? Gak mungkin lah kita konsumsi itu semua, bisa-bisa kita ko’it duluan..hehhe..Maka tegurlah penjual itu sobat. Dahulukan kata “maaf” dan pake kata-kata yang sopan. Sekalipun rasanya pengen nge-gaplok tuh penjual (apalagi kao penjualnya cuek atau malah justru gak terima), luluhkan hati dia dengan senyum manis kawanku..Pasti dia ngerasa gak enak hati sendiri..

5.Saat membayar, biasanya kasir bertanya apakah kita punya sejumlah uang tertentu agar dia gampang mengembalikan uang sisa kita. Kalau kita gak punya, kata “maaf” cukup untuk mengatasi saat-saat itu (halah apaan sih). Yah paling nggak daripada kita gak senyum en geleng-geleng kepala. Ntar gantian kita nya yang digaplok sama penjual.hehhe..

http://economy.okezone.com/photo/dt/content/2008/12/23/278/176421/CBF5cUqrKM.jpg

6.Yeah, ini saat terakhir, yaitu saat kita selesai bayar dan mau pulang. Setelah “senyum”, “permisi”, dan “maaf”…sekarang ucapkan “terimakasih”. Seperti apapun pelayanan yang kita dapatkan, memang harusnya terimakasih selalu dikeluarkan. Karena hal ini akan memacu semangat penjual untuk lebih baik lagi dalam bekerja. Toh, bagi beberapa penjual (seperti aku, hehhe), ucapan terimakasih yang disertai senyuman ramah terasa sangat menghibur saat kita udah bercapek-capek membuat pesanan pelanggan..

Yup, paling nggak segini dulu pelajaran tata kramanya..semoga berguna :)

Jan
21

udah lama gak update..udah dari jaman kuda lumping kali yah..hehhe lebay..

tapi sekarang mau update, dan update-annya malah mau yang menye-menye gitu deh..hahhaha :) )

btw, apa bener kalo “cowok akan sangat beruntung menjadi cinta pertama seorang cewek?” dan “cewek akan sangat beruntung menjadi cinta terakhir seorang cowok?”

walaupun cewek terkenal karena terlalu mengikuti perasaannya, sampe saat pertama kalinya dia merasakan cinta begitu berbunga-bunga..

dan cowok terkenal karena kekeuh dengan logikanya, sampe saat terakhir dia benar-benar memutuskan seorang cewek untuk menjadi pendamping hidupnya adalah saat-saat yang berharga..

tapi kupikir kata-kata mau pertama atau terakhir itu bukan sesuatu yang mutlak. Bisa aja di tengah-tengah ada seseorang yang sangat-sangat perfect menurut kita. Seseorang yang selama ini sebenarnya sangat kita harapkan untuk terus melaju bersama. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya kita terpaksa melepaskan dia di tengah jalan.

“karena seseorang yang kita inginkan, belum tentu seseorang yang kita butuhkan”

itu kata-kata yang akan keluar dari mulut sahabat-sahabat saat kita amat sangat terpuruk. Kata-kata itu akan amat sangat lama untuk dicerna karena keegoisan kita ketika sedih tak terkira.

tapi kata itu akan sangat mujarab saat kita berhasil mencernanya. dengan kata itu pula, titik awal perjalanan kita mulai digambar kembali. setelah sebelumnya gambar itu hilang terhapus termehek-meheknya tangisan. :p

http://deeto88.wordpress.com/2009/12/30/love/

Biar gimanapun emang milih jodoh tuh jangan kayak beli krupuk di pasar . Ke pasar nya susah, becek pula..sampe rumah krupuk nya abis cuma dalam beberapa kali lahapan. Belum kalo mlempem kena sayur. (tssaaaaaah, gariiiiiiing).

mungkin ada buaaanyaaaaak tes pra-cari jodoh..banyaaaaak tipe dan ketentuan-ketentuan yang kita pasang untuk menyeleksi siapa yang bisa menjadi pendamping hidup kita kelak.

ibuku punya satu syarat untuk siapa yang akan jadi jodoh anak-anaknya nanti. Syarat ini hanya bisa dilakukan oleh anak-anaknya. apa kah itu?

“carilah orang yang membuatmu seperti kembali ke rumah. yang membuat kamu tenang, rileks, hangat, dan lega. Agar saat kamu berada di luar bersama orang-orang lain, kamu bisa kembali bersemangat”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.